karena ini dari timeline ceritanya gw batasin pake tanda koma....
20 April kmaren, tepat setahun Bokap berpulang ke Sang Khalik , Gada rentang romansa panjang antara gw dan bokap kandung, kita bersua sampe usia gw 4 tahun aja , Umur gw kurang dari 4 tahun, ketika orang tua gw memutuskan bercerai , Mereka yg bercerai berkilah.. 'Ini untuk kebaikan bersama' | Untuk kebaikan siapa? Kalian? Bagaimana dengan saya? , Tuhan tidak mengharamkan perceraian, Dia hanya membenci nya.. Indikasi jika ada konsekuensi besar di balik sebuah hal yg tidak disukainya , Gw, dr umur 4 sampe 28 tahun, ga menemukan satupun 'kebaikan bersama' yg dimaksudkan kedua orang tua gw itu , Relasi gw dan Bokap singkat saja, usia 4 tahun Bokap pergi tanpa alasan yg jelas.. Gw tinggal sm Nyokap, hal yg baru bs gw pahami saat ini , Beban panjang yg harus gw emban kurleb 24 tahun, mengais rindu seorang Ayah , Gw paham skarang mahalnya bergumul ketawa2 di kamar dengan orang tua lengkap.. Hak mutlak milik Callysta - Calvyn , Sekisruh apapun masalah, opsi cerai ternyata berimplikasi buruk, trutama utk anak.. Yg notabene pasif dan 'terpaksa' menerima situasi , Lain kasus utk mereka yg belum memiliki anak, tapi kalo sudah.. Maka tolong direnungkan lagi , Gw kehilangan hak untuk bersandar, bertanya apa itu hujan, apa itu malam kepada Ayah.. , Gw ga pernah paham 'ketegaan' meninggalkan anak , Jika mau merelakan sakit dan menukarnya untuk kebahagiaan anak, maka jangankan menghindari perceraian, bertaruh nyawa pun jadi , Kalian mendekati egois jika tak mau mengupayakan kebahagian anak... , Bagi mereka yg tak berdaya itu, pemandangan luar biasa memiliki keluarga lengkap , Jadi, buat gw yg memang 'Produk Perceraian' 'Berpisah untuk Kebaikan Bersama' itu OMONG KOSONG :) , Kebaikan kalian, bukan kebaikan saya nyatanya , Di usia 4, itu bukan kehilangan karena takdir usia.. Karena EGO SAMPAH , Entah berapa Lebaran gw ga bersalaman dengan Ayah... Itu memori yg gw bawa mati , Entah berapa tangis gw yg tidak diteduhkan oleh
Ayah... Itu kesan yg gw bawa ke kubur ,
Ketika Ijab Kabul, tak ada kehadiran Ayah
kandung..
Itu sulit buat hati anak manapun ,
Ini bukan mo cengeng2an, agar supaya ada yg
bisa dipetik dari sini untuk kalian.. Itu ajah , Gw yg 'penasaran' sepanjang hidup, cuma
berdoa 1 saja di Baitullah ketika ber-Haji ,
'Tuhan, biarlah semua pelik sepanjang
nafas... Tapi tolong akhiri ini dengan suatu yang baik, Amien...' , Gw
nikah, Callysta lahir.. Gada tanda2 kehadiran dia untuk mendapati wajah cucu
pertamanya... Sudahlah , Sampe akhirnya Calvyn lahir... Tanpa asap tanpa api, ketukan ringan mendarat di kamar Rumah Sakit , Gw
masih inget itu tanggal 2 April, sehari stelah Calvyn lahir, menjelang
Maghrib... Bapak Andy Adi Alam datang menghampiri , Gw tidak berusaha mencari, karena gw tidak
merasa mengusirnya.. Dia yg keluar dari 'rumah' ini, dan dia akan kembali kalo
memang dia mau , Bukan Bapak Andy yg terakhir gw tau, yang
tampan dan gagah... Beliau renta, kelu tapi gw liat ada semangat dan ketulusan
di matanya , Berusaha tenang di tengah hati yg kalut itu
sulit, suasana sedikit janggal.. Beliau yg ambil kendali di ruangan kala itu , Dia cuma bilang mau liat cucu, dan
terakhir, minta maaf ke gw atas semua ini.. Cuma bilang 'Jaga anak2 kamu,
jangan kaya Bapak' itu aja ,
Gw tanya Bapak naik apa? Dia bilang naik
angkot... Fisik nya sakit, gw tau betul itu, kurus dan lunglai saat melangkah ,
Karena memang pas Maghrib, kita nawarin
sholat dulu, beliau minta jadi Imam , Kurang
lebih jam setengah 7, dia berpamitan.. Gw tawarin untuk nganter, dia nolak...
'Kamu jaga istri sama anak2 aja' itu katanya ,
Waktu itu jg ada Nyokap dan Bokap tiri gw,
beliau juga sudah menikah lagi dan punya 3 anak dari istrinya.. Perempuan semua , Suasana agak kikuk saat itu, gw 'nekat' utk
nawarin anter beliau naik mobil.. Skali lagi ditolak, beliau pulang naik angkot , Doa
gw di Baitullah, dijawab mudah saja oleh tuhan.18 hari berselang (20 April) gw
dikabarin adiknya Bapak Andy (Tante), beliau berpulang , Remuk se-remuk remuk nya hati, tapi semua
cerita selesai di muara yg memuaskan.. Tak ada lagi 'penasaran , Liat avatar gw? Itu foto sesaat sebelum
bercerai...Nyokap mengandung adik gw (Annissa), yg akhirnya lahir tanpa
kehadiran Ayah disisinya ,
Gw yg paling ga bisa liat darah, ngotot
masuk ke ruang persalinan.. Spy nti seseorang cerita ke Callysta - Calvyn..
'Ada Ayah kamu saat itu' ,
Kalian
yg sudah memiliki anak, berjuang lah mati2a n utk kebahagian mereka.. Bercerai
itu menyerah, menyerah hanya opsi utk mereka yg 'mati' ,
Tangan Bapak Andy tidak merangkul Istri dan anaknya kala itu, dia merangkul ego nya... , Berat untuk seorang anak, untuk merayakan
Ulang Tahun ke-5 nya sendiri , Bukan
mau menyek2, ini supaya kita mau berpikir, menanggalkan emosi kalut.. Dan sudi
berjuang untuk esensi kebahagiaan itu sendiri , Kcuali
pasangan lo tiap hari nembakin lo dengan AK-47, maka bertahan lah... , Makanya Tuhan tidak meng-haram-kan,
perceraian, itu opsi mentok dengan segala konsekuensi nya , Ini waktu Aqiqah-an gw di rumah kontrakan,
gw digendong Atuk (Kakek dr Ayah), Bokap gw sendiri gatau kmana , Tuhan pasti kasih jawaban, itu cuma soal
waktu.. Andai aja gw blom nikah skarang, maka lain kisahnya ,
Kelahiran Calvyn itu ternyata 'jalan
masuk', tidak perlu lama dan kompleks... Sederhana dan elegan sekali Dia
menjawabnya ,
Buat anak, Ayah kaki kanan, Ibu kaki kiri..
Tidak ada satu yg lebih penting dengan yg lainnnya , Sampe skarang, gw pesen sm @AlistyaVya
,kalo pun kita berselisih dan sampe ribut, jangan sampai didepan anak ,
Jangan
sampai ada makian di depan anak, apalagi perceraian ,
Gw
udh pernah naek S-Class (Vellfire sm Rubicon blom), tinggal di Hotel Mulia 2
bulan kaya Tuan2, gada apa2nya dibanding pelukan dr Ayah-Ibu , Ini
bukan utk ditakuti Om Tante, ketakutan sebenernya ya itu tadi.. Ketika lo
decide utk pisah... Itu awal dari bencana sebenar2nya , Skarang gw mau jadi Dirut Trans7 juga ga
akan bisa mengembalikan hari Ulang Tahun ke-5 gw yang lengkap dengan Ayah-Ibu , Dear Bapak Andy yang tampan disana.. Bahkan diantara cela, masih banyak yg bisa kita hikmahi, trima kasih Bapak... Al
Fatihah , Gw
tidak melarang perceraian, sama seperti tuhan...Gw hanya membencinya ,
Tidak ada yg harus berakhir, ketika semuanya memang benar benar telah berakhir.. , Ketika hanya 'akan berakhir', maka itu
belum berakhir... Perjuangkan , Ketika langkah terakhir sulit, ulas ingatan
saat digilai antusias menapaki langkah pertama.. , Manusia dinilai dari cara dia keluar dari
masalahnya, bukan dari cara menangisi dan mengakhirinya , Gw masih yakin, gada yg perlu meminta maaf
ata dimaafkan.. Satu2nya kekeliruan adalah ketika tidak memikirkan dampaknya,
itu saja , Kalo duduk manis senyam senyum di bangku pnganten , smua juga bisa... Yg susah konsistensi setelahnya
No comments:
Post a Comment