Monday, April 23, 2012

Berpisah untuk Kebaikan Bersama' itu OMONG KOSONG !!!

Cerita ini bukan kisah dari hidup gw, cerita ini gw dapet tadi pagi dari timeline-nya Andica Haradi ( @andicaharadi ), tidak penting rasanya kalian bertanya siapa dia karena yang terpenting dalam hal ini adalah pelajaran apa yang kita dapat dari kisah perjalanan hidup beliau...

karena ini dari timeline ceritanya gw batasin pake tanda koma....
 
20 April kmaren, tepat setahun Bokap berpulang ke Sang Khalik , Gada rentang romansa panjang antara gw dan bokap kandung, kita bersua sampe usia gw 4 tahun aja , Umur gw kurang dari 4 tahun, ketika orang tua gw memutuskan bercerai , Mereka yg bercerai berkilah.. 'Ini untuk kebaikan bersama' | Untuk kebaikan siapa? Kalian? Bagaimana dengan saya? , Tuhan tidak mengharamkan perceraian, Dia hanya membenci nya.. Indikasi jika ada konsekuensi besar di balik sebuah hal yg tidak disukainya , Gw, dr umur 4 sampe 28 tahun, ga menemukan satupun 'kebaikan bersama' yg dimaksudkan kedua orang tua gw itu , Relasi gw dan Bokap singkat saja, usia 4 tahun Bokap pergi tanpa alasan yg jelas.. Gw tinggal sm Nyokap, hal yg baru bs gw pahami saat ini , Beban panjang yg harus gw emban kurleb 24 tahun, mengais rindu seorang Ayah , Gw paham skarang mahalnya bergumul ketawa2 di kamar dengan orang tua lengkap.. Hak mutlak milik Callysta - Calvyn , Sekisruh apapun masalah, opsi cerai ternyata berimplikasi buruk, trutama utk anak.. Yg notabene  pasif dan 'terpaksa' menerima situasi , Lain kasus utk mereka yg belum memiliki anak, tapi kalo sudah.. Maka tolong direnungkan lagi , Gw kehilangan hak untuk bersandar, bertanya apa itu hujan, apa itu malam kepada Ayah.. , Gw ga pernah paham 'ketegaan' meninggalkan anak , Jika mau merelakan sakit dan menukarnya untuk kebahagiaan anak, maka jangankan menghindari  perceraian, bertaruh nyawa pun jadi , Kalian mendekati egois jika tak mau mengupayakan  kebahagian anak... , Bagi mereka yg tak berdaya itu, pemandangan luar biasa memiliki keluarga lengkap , Jadi, buat gw yg memang 'Produk Perceraian'  'Berpisah untuk Kebaikan Bersama' itu OMONG KOSONG :) , Kebaikan kalian, bukan kebaikan saya nyatanya ,   Di usia 4, itu bukan kehilangan karena takdir usia.. Karena EGO SAMPAH , Entah berapa Lebaran gw ga bersalaman dengan Ayah... Itu memori yg gw bawa mati , Entah berapa tangis gw yg tidak diteduhkan oleh 
     Ayah... Itu kesan yg gw bawa ke kubur ,   Ketika Ijab Kabul, tak ada kehadiran Ayah kandung.. 
     Itu sulit buat hati anak manapun ,    Ini bukan mo cengeng2an, agar supaya ada yg bisa dipetik dari sini untuk kalian.. Itu ajah , Gw yg 'penasaran' sepanjang hidup, cuma berdoa 1 saja di Baitullah ketika ber-Haji , 'Tuhan, biarlah semua pelik sepanjang nafas... Tapi tolong akhiri ini dengan suatu yang baik, Amien...' , Gw nikah, Callysta lahir.. Gada tanda2 kehadiran dia untuk mendapati wajah cucu pertamanya... Sudahlah , Sampe akhirnya Calvyn lahir... Tanpa asap tanpa api, ketukan ringan mendarat di kamar Rumah Sakit , Gw masih inget itu tanggal 2 April, sehari stelah Calvyn lahir, menjelang Maghrib... Bapak Andy Adi Alam datang menghampiri , Gw tidak berusaha mencari, karena gw tidak merasa mengusirnya.. Dia yg keluar dari 'rumah' ini, dan dia     akan kembali kalo memang dia mau , Bukan Bapak Andy yg terakhir gw tau, yang tampan dan gagah... Beliau renta, kelu tapi gw liat ada semangat dan ketulusan di matanya , Berusaha tenang di tengah hati yg kalut itu sulit, suasana sedikit janggal.. Beliau yg ambil kendali di ruangan kala itu , Dia cuma bilang mau liat cucu, dan terakhir, minta maaf ke gw atas semua ini.. Cuma bilang 'Jaga anak2 kamu, jangan kaya Bapak' itu aja ,   Gw tanya Bapak naik apa? Dia bilang naik angkot... Fisik nya sakit, gw tau betul itu, kurus dan lunglai saat melangkah , Karena memang pas Maghrib, kita nawarin sholat dulu, beliau minta jadi Imam , Kurang lebih jam setengah 7, dia berpamitan.. Gw tawarin untuk nganter, dia nolak... 'Kamu jaga istri sama anak2 aja' itu katanya , Waktu itu jg ada Nyokap dan Bokap tiri gw, beliau juga sudah menikah lagi dan punya 3 anak dari  istrinya.. Perempuan semua , Suasana agak kikuk saat itu, gw 'nekat' utk nawarin anter beliau naik mobil.. Skali lagi ditolak, beliau pulang naik angkot , Doa gw di Baitullah, dijawab mudah saja oleh tuhan.18 hari berselang (20 April) gw dikabarin adiknya Bapak Andy (Tante), beliau berpulang ,  Remuk se-remuk remuk nya hati, tapi semua cerita selesai di muara yg memuaskan.. Tak ada lagi 'penasaran , Liat avatar gw? Itu foto sesaat sebelum bercerai...Nyokap mengandung adik gw (Annissa), yg akhirnya lahir tanpa kehadiran Ayah disisinya , Gw yg paling ga bisa liat darah, ngotot masuk ke ruang persalinan.. Spy nti seseorang cerita ke Callysta - Calvyn.. 'Ada Ayah kamu saat itu' ,       Kalian yg sudah memiliki anak, berjuang lah mati2a n utk kebahagian mereka.. Bercerai itu menyerah, menyerah hanya opsi utk mereka yg 'mati' ,       Tangan Bapak Andy tidak merangkul Istri dan anaknya kala itu, dia merangkul ego nya... , Berat untuk seorang anak, untuk merayakan Ulang Tahun ke-5 nya sendiri , Bukan mau menyek2, ini supaya kita mau berpikir,   menanggalkan emosi kalut.. Dan sudi berjuang untuk esensi kebahagiaan itu sendiri , Kcuali pasangan lo tiap hari nembakin lo dengan AK-47, maka bertahan lah... , Makanya Tuhan tidak meng-haram-kan, perceraian, itu opsi mentok dengan segala konsekuensi nya , Ini waktu Aqiqah-an gw di rumah kontrakan, gw digendong Atuk (Kakek dr Ayah), Bokap gw sendiri            gatau kmana , Tuhan pasti kasih jawaban, itu cuma soal waktu.. Andai aja gw blom nikah skarang, maka lain kisahnya , Kelahiran Calvyn itu ternyata 'jalan masuk', tidak perlu lama dan kompleks... Sederhana dan elegan sekali Dia menjawabnya , Buat anak, Ayah kaki kanan, Ibu kaki kiri.. Tidak ada satu yg lebih penting dengan yg lainnnya , Sampe skarang, gw pesen sm @AlistyaVya ,kalo  pun kita berselisih dan sampe ribut, jangan sampai didepan anak , Jangan sampai ada makian di depan anak, apalagi perceraian , Gw udh pernah naek S-Class (Vellfire sm Rubicon blom), tinggal di Hotel Mulia 2 bulan kaya Tuan2, gada apa2nya dibanding pelukan dr Ayah-Ibu , Ini bukan utk ditakuti Om Tante, ketakutan sebenernya ya itu tadi.. Ketika lo decide utk pisah... Itu awal dari bencana sebenar2nya , Skarang gw mau jadi Dirut Trans7 juga ga akan bisa mengembalikan hari Ulang Tahun ke-5 gw yang lengkap dengan Ayah-Ibu , Dear Bapak Andy yang tampan disana.. Bahkan diantara cela, masih banyak yg bisa kita hikmahi, trima kasih Bapak... Al Fatihah , Gw tidak melarang perceraian, sama seperti tuhan...Gw hanya membencinya , Tidak ada yg harus berakhir, ketika semuanya memang benar benar telah berakhir.. , Ketika hanya 'akan berakhir', maka itu belum     berakhir... Perjuangkan , Ketika langkah terakhir sulit, ulas ingatan saat digilai antusias menapaki langkah pertama.. , Manusia dinilai dari cara dia keluar dari masalahnya, bukan dari cara menangisi dan mengakhirinya , Gw masih yakin, gada yg perlu meminta maaf ata dimaafkan.. Satu2nya kekeliruan adalah ketika tidak memikirkan dampaknya, itu sajaKalo duduk manis senyam senyum di bangku pnganten , smua juga bisa... Yg susah konsistensi setelahnya
   

No comments:

Post a Comment